_

Monday, October 11, 2010

Dear, God..

"Seems like people can't always get everything what they want, but people will always get everything what the best for them in God's Perspective.. :')" -Faraddina

Sunday, October 10, 2010

This Weekend Movie Release

Yeaay!! Akhirnya selesai juga postingan liburanku kemarin, jadi aku bisa meposting tentang hal lainnya.. :) Kali ini aku akan memberikan list dan preview tentang beberapa film yang akan dirilis minggu ini secara world wide, 8 Oktober 2010..


Life as We Know It
Genre: Comedy, Drama, Romance
Starring: Katherine Heigl & Josh Duhamel
Director: Greg Berlanti
My Thoughts: Hmm, ini bukanlah tipe yang akan aku tonton. Mungkin dulu aku menyukai film bertipe seperti ini karena menghibur, tapi seiring berjalannya waktu, aku pun menjadi lebih pemilih dan menyukai film yang berkualitas yang dibuat dengan pertimbangan matang serta dengan cerita naskah yang bagus dan membuat penonton menjadi berpikir setelah menontonnya. Film seperti ini sepertinya tidak masuk kedalam kategori itu, mungkin kalau memang dari para kritikus film memberikan review yang bagus, aku akan menontonnya. 
Poster Review: Menurutku agak terlalu seronok, mungkin ide awalnya Katherine Heigl tak hanya mengurus sang bayi saja, tetapi juga mengurus Josh Duhamel yang meskipun sudah dewasa tapi sifatnya kekanakan. Cukup kreatif dalam segi ide dimana sang bayi dan Josh Duhamel dibuat menjadi seperti kembar yang satu memakai popok dan memegang dot susu, yang satu memakai celana dalam dan memegang susu kemasan, tetapi dalam tahap eksekusinya menurutku agak terlalu seronok pada Josh Duhamelnya.

Secretariat
Genre: Drama, Biopic, Sport 
Starring: Diane Lane & John Malkovich
Director: Randall Wallace
My Thoughts: Jika kalian pernah menonton film perang Mel Gibson, We Were Soldier dan film Leonardo Di Caprio yang mengisahkan tentang saudara kembar disebuah kerajaan, The Man in The Iron Mask, maka inilah sutradara yang sama, yaitu Randall Wallace. Didukung oleh pemeran yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, yaitu Diane Lane yang dinominasikan untuk Oscar dalam film Unfaithful, serta John Malkovich yang sudah dua kali masuk nominasi Oscar dan sudah banyak membintangi film berkualitas maupun box office. Film ini diangkat dari kisah nyata tentang kejuaraan berkuda Triple Crown 1973. Sayangnya, kemungkinan besar film ini tidak dirilis di Indonesia.
Poster Review: Posternya cukup simple dan dapat mewakilkan kisah filmnya, aku sangat suka dengan poster yang menggunakan fotografi. Karena sebuah foto yang bagus dapat mewakilkan atau menceritakan sesuatu.

Stone
Genre: Thriller, Crime
Starring: Robert De Niro, Edward Norton & Milla Jovovich
Director: John Curran
My Thoughts: Robert De Niro dan Edward Norton dalam satu film? Wow, kedengarannya sangat menarik! Ditambah lagi dengan adanya "first lady" in Resident Evil, Milla Jovovich. Tapi sayangnya genrenya tidak terlalu aku sukai, thriller. :( Baik Robert De Niro dan Edward Norton kualitasnya tak perlu diragukan lagi. Permasalahannya hanya ada pada sang sutradara dan penulis naskah, apakah bisa meramu jalinan kisah didalamnya dengan baik atau tidak.
Poster Review: Layout yang bagus dan minimalis, dengan penempatan gambar yang diletakkan didalam font. Yah, meskipun teknik foto di didalam font ini sudah banyak digunakan pada poster film lainnya.

Tamara Drewe
Genre: Art/Foreign, Drama, Adaptation, Comdey
Starring: Gemma Aterton & Dominic Cooper
Director: Stephen Frears
My Thoughts: Sutradaranya pernah dinominasikan untuk film yang menghantarkan Helen Mirren meraih Oscar pada tahun 2006 kemarin, yaitu The Queen. Serta juga yang membesut High Fidelity dan Dangerous Liaisons. Bercerita tentang kisah klasik tentang "The Ugly Duck" yang menjelma menjadi cantik. Mungkin Stephen Frears akan kembali membidik Oscar dengan film ini setelah dua kali mendapatkan nominasi Oscar atas dua filmnya, The Queen dan Grifters.
Poster Review: Errr,, kok sepertinya agak asal ya dibuatnya, hanya dengan tempel sana sini. Agak disayangkan untuk sebuah film Art/Foreign.Tetapi dengan pilihan font yang lucu, poster ini dapat menggambarkan kalau film ini berbau comedy.

Our Last Day in Bangkok.. Shopping at Chatuchak Weekend Market, MBK, Hard Rock and Siam Square

Tak terasa, akhirnya tiba juga hari terakhir kami liburan, rasanya sungguh campur aduk! Lega, karena akhirnya kami bisa pulang kembali dan bertemu dengan orang-orang tersayang. Tetapi sekaligus sedih karena ini merupakan hari terakhir liburan kami.. :'(
Karena ini hari terakhir, maka kami memutuskan untuk belanja. Tetapi saya tidak berbelanja untuk diri saya sendiri, melainkan untuk oleh-oleh Wahyu dan keluarga saya. Alhamdulillah saya masih bisa menikmati Chatuchak Weekend Market, karena hari itu adalah hari minggu. Dua teman perempuan saya yang sebelumnya sudah kesana disaat saya melakukan wisata Dinner Cruise kemarin tak keberatan untuk kesana lagi karena mereka memang masih ingin berbelanja. Maka, pada pagi harinya pun kami berangkat kesana dengan menggunakan BTS Skytrain.
Chatuchak Weekend Market adalah sebuah pasar di Bangkok yang hanya dibuka pada saat weekend saja (sabtu dan minggu). Pasar ini sangat terkenal dikalangan wisatawan untuk keperluan berbelanja apa saja maupun oleh-oleh. Barang-barang yang terdapat disana dijual sangatlah murah, apalagi untuk dress-dress nya yang cantik. Sayangnya, karena sibuk dan konsen berbelanja, saya sama sekali tidak sempat untuk mengambil foto suasana Chatuchak Weekend Market. Saya mendapatkan berbagai macam oleh-oleh untuk keluarga saya, Wahyu dan keluarganya dengan harga yang sangat murah dikarenakan salah satu teman saya sangatlah pintar menawar harga. Dan tiba-tiba papa menghubungi saya dari Jakarta untuk minta dibelikan kaos Hard Rock Cafe Bangkok karena ia memang mengoleksi kaos tersebut dari berbagai dunia dan waktu mengunjungi Thailand, papa hanya membeli kaos Hard Rock Pattaya. Kebetulan juga dua teman saya berencana mengunjungi mall MBK untuk membeli tas, dimana Hard Rock Cafe dan MBK berada di kawasan yang sama, yaitu Siam Square. Maka setelah puas berbelanja di Chatuchak, kami melanjutkan perjalanan dengan BTS Skytrain menuju Siam Square.
Barang belanjaan kami yang berasal dari Chatuchak sangatlah banyak dan berat, untungnya di mall MBK terdapat loker penitipan barang. Setelah menitipkan barang, kami pun segera makan siang dengan menu khas Thailand, yaitu Tom Yum. Jujur saja, ini pertama kalinya saya mencoba Tom Yum, rasanya campur aduk, ada asam, pedas, segar dan sebagainya, dengan berisikan udang dan jamur. 
Oh iya, sebelum berangkat liburan ini, salah satu teman saya mengingatkan untuk menukar uang Rupiah ke Baht janganlah di Bangkok, karena kebanyakan money changer disana tidak ada yang mau menerima dikarenakan kurs Rupiah yang sangat kecil. Dan saya membuktikannya, sangat susah sekali menukarkan Rupiah ke Baht di area Siam Square, terutama di dalam mall MBK. Jadi saya ingatkan pada kalian, jangan sampai kejadian lagi seperti saya yang tidak menukarkan Rupiah ke Baht waktu di Jakarta.

Khaosan Road, The Never Sleep Area..

Bagi para backpacker, atau yang suka berwisata dengan budget yang hemat di Bangkok, pasti kenal dengan kawasan Khaosan Road. Ya, area ini memang area khusus bagi para pelancong yang menginginkan penginapan dengan biaya yang lebih murah. Tidak hanya terdapat penginapan saja, di area ini juga merupakan area wisata malam yang sangat ramai ,dimana banyak terdapat restauran, kafe, orang berjualan cindera mata, baju, dan sebagainya.
Yah, jujur saja, saya kurang begitu menyukai kawasan seperti ini, terlalu apa ya istilahnya, kisruh dan bising! Banyak turis mabuk di sepanjang jalan, musik dipasang dengan suara yang hingar bingar.. Intinya, saya kurang menikmati berada didaerah ini. Untungnya hotel tempat saya menginap tidak berada dikawasan ini. Hotel tempat saya menginap berada di kawasan antara King Power Complex dan Victory Monument. Mungkin bagi orang yang menyukai party dan bersenang-senang, inilah tempat yang cocok untuk mereka
Setelah aku selesai mengikuti wisata Dinner Cruise di Chao Phraya, saya pulang sendirian ke hotel. Sesampainya di hotel, dua teman perempuan saya sedang bersiap diri untuk pergi ke kawasan Khaosan Road. Daripada saya sendirian di hotel, maka saya ikut dengan mereka dikarenakan saya juga belum pernah ke kawasan Khaosan Road sebelumnya. Jadi, kami bertiga berangkat kesana dengan menggunakan taksi. Dan ternyata.. Kawasan ini tidak beda jauh dengan Jalan Jaksa yang berada di Jakarta, hanya saja, Jalan Jaksa sangatlah sempit sedangkan kawasan ini jauh lebih luas.

Saturday, October 9, 2010

Chao Phraya Dinner Cruise

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, Bangkok memiliki jalur perairan utama yang ditujukan untuk wisatawan asing, yaitu jalur sungai Chao Phraya. Pada malam hari, terdapat wisata Dinner Cruise untuk menikmati pemandangan disekeliling sungai Chao Phraya sambil menikmati makan malam bertipe all you can eat di dalam kapal pesiar mewah dengan ditemani live music, tarian dan hiburan sepanjang pelayaran. Dalam wisata dinner cruise ini terdapat dua pilihan kapal, yaitu tipe Cruise dan tipe Tradisional. Bagi yang sangat mencintai hal yang berbau tradisional, mungkin bisa memilih kapal jenis Tradisional. Tapi bagi yang suka dengan kemewahan, bisa mencoba kapal jenis Cruise.
Sebelum berangkat liburan ke Bangkok, saya memang sudah merencanakan dan berniat untuk mencoba wisata dinner cruise ini. Harganya sebesar 1.295 baht /orang. Sayangnya, dua teman perempuan saya yang tadinya juga mau mencoba dinner cruise ini membatalkannyat, dikarenakan mereka lebih menginginkan untuk berbelanja ke Chatuchak Weekend Market. Akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya SENDIRIAN!! Wow, nekat sekali lagi-lagi.. Hahahaha. Saya berpikir, untuk berbelanja saya bisa melakukannya di Jakarta meskipun harga barang-barang jauh lebih mahal di Jakarta. Karena dari awal saya sudah berniat bahwa liburan kali ini adalah liburan untuk berwisata, bukan untuk berbelanja. Kalau pun saya berbelanja itu hanya untuk membeli oleh-oleh tentunya.
Jadi, sewaktu di BTS Skytrain Siam Square, saya melakukan reservasi Chao Phraya Dinner Cruise pada bagian Tourist Information disana dan berpisah dengan kedua teman saya. Setelah melakukan reservasi, saya masih memiliki waktu bebas sekitar 1,5 jam. Lalu saya segera bergegas kembali ke hotel sendirian dengan menggunakan BTS Skytrain untuk berganti pakaian dan membersihkan diri. 
Setelah itu, saya kembali ke BTS Skytrain Siam Square dan disana saya sudah ditunggu oleh seorang wanita yang mengantarku sampai BTS Skytrain Saphan Taksin lalu kami berjalan ke arah Sathorn Pier untuk menunggu datangnya kapal hotel yang membawa saya ke River City, sebuah mall yang terletak di pinggir sungai. Di mall ini lah saya menunggu datangnya kapal cruise yang akan saya naiki nantinya. Wanita yang mengantar saya tadi hanya mengantar saya sampai di Sathorn Pier saja, selanjutnya saya benar-benar melakukan semuanya sendirian! Wowwwwww...
Sesampainya di River City, bertepatan sekali dengan waktu matahari terbenam dan disana pemandangannya sangat lah indah sekali. Terdapat beberapa landscape view dari gedung Hotel Hilton, Sheraton dan sebagainya. Saya benar-benar tidak menyangka bahwa saya melakukannya sendirian. Padahal, di tempat saya berada ini banyak sekali turis dan wisatawan asing yang juga ingin mencoba wisata Dinner Cruise. Mereka tentunya  membawa pasangannya, keluarga, teman atau kolega dan sebagainya. Jika kalian datang ke Bangkok dengan membawa pasangan atau pacar, maka ajaklah ia untuk mencoba wisata dinner cruise ini. Saya sangat menyarankannya, karena suasananya sangatlah romantis! ;)
 
Theme by BloggerThemes & Dfreebies
This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates