_

Thursday, April 7, 2011

Musical Fountain at Monumen Nasional

Sebagai lambang kota Jakarta, Monumen Nasional atau yang lebih sering disebut dengan Monas, merupakan salah satu tujuan utama wisata bagi masyarakat baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Belokasi di pusat Jakarta dan terletak persis disamping stasiun utama kereta Gambir, Monas memiliki area taman seluas 80 hektar dengan tugu monumen setinggi 132 meter. Tugu Monas merupakan monumen peringatan yang dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan Belanda. Lidah api yang terdapat pada puncak tugu tersebut dilapisi oleh lembaran emas asli yang diamaksudkan sebagai lambang semangat perjuangan yang menyala-nyala.
Banyak masyarakat dari berbagai macam golongan berkunjung kesana sekedar untuk berpiknik, mengunjungi museum yang terletak dilantai dasar tugu Monas, atau naik ke puncak Tugu Monas untuk melihat pemandangan Jakarta dari atas. Untuk masuk ke museumnya, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp2.500,- untuk orang dewasa dan Rp1.000,- untuk pelajar dan anak-anak yang dibuka setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB. Sedangkan untuk naik ke bagian atas Tugu Monas, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp7.500,- untuk orang dewasa dan Rp3.500,- untuk pelajar dan anak-anak.
Sampai saat ini pun area Monas masih tepelihara dengan sangat baik. Berbagai macam peningkatan fasilitas dan daya tarik terus diberlakukan, salah satunya adalah Pertunjukan Air Mancur yang berada di area Monas. Saya pun mengajak Wahyu untuk datang melihat pertunjukan air mancur tersebut. Pertunjukannya tidak dipungut biaya, dilakukan setiap hari sabtu dan minggu yang dilakukan pada pukul 19.00 dan 20.00 WIB. Menurut saya, pertunjukan air mancurnya cukup bagus dan menghibur pengunjung, meskipun masih kalah jika dibandingkan pertunjukan air mancur yang terdapat di Sentosa Island, Singapura. Sayangnya saya tidak membawa kamera SLR dan hanya membawa digicam saya, alhasil gambar yang dihasilkan pun tidak jernih dan blur. Pertunjukan Air Mancur Monas sampai saat ini masih banyak digemari pengunjung dari berbagai kalangan. Sebagai warga Jakarta, tidak ada salahnya untuk melihat pertunjukan ini dan berbaur dengan berbagai macam golongan masyarakat yang ada.. ;)
Monumen Nasional (Monas)
Jl. Silang Monas / Lapangan Merdeka
Jakarta Pusat, 10110 - Indonesia
021-3840451

Tuesday, April 5, 2011

Lido Lakes, Sukabumi

Sukabumi merupakan daerah istimewa yang memiliki iklim dan cuaca yang dingin dan sejuk yang berada di bawah kaki Gunung Pangrango dan Gunung Gede. Berjarak sekitar 120 km dari Jakarta, Sukabumi memiliki pemandangan yang indah dan cocok untuk dijadikan destinasi liburan yang dekat dari Jakarta. Salah satu tempat tujuan wisata yang terkenal adalah Danau Lido atau yang lebih sering disebut dengan Lido Lakes, yaitu sebuah danau yang terletak di pinggir jalan raya Sukabumi, tepatnya di kecamatan Cijeruk, Bogor.
Kebetulan kakak dari mama saya (pakde) bertempat tinggal di Sukabumi, Cicurug. Waktu masih kecil, saya dan keluarga besar saya yang berasal dari mama sering sekali mengunjungi Sukabumi untuk mengisi waktu liburan. Biasanya saat pagi menjelang, saya dan sepupu-sepupu saya melakukan trekking atau semacam hiking (tanpa peralatan lengkap tentunya) menelusuri daerah Cicurug yang masih asri dimana masih terdapat kali, hutan, jembatan yang terbuat dari bambu dan sebagainya. Hal seperti itu sangatlah kami sukai dan menjadi ritual kami kalau berkunjung kesana.
Sayangnya, saat ini kami sudah jarang sekali mengunjungi Sukabumi. Dan akhirnya kesempatan untuk mengunjungi Sukabumi datang secara spontan dan tiba-tiba. Maka saat saya dan keluarga besar saya berkunjung dan menginap di tempat pakde, pada pagi harinya pun kami yang muda-muda melakukan ritual berptualang seperti biasa. Tetapi kali ini kami tidak berjalan kaki (trekking) sepeti biasa, melainkan menggunakan mobil karena berencana untuk pergi ke Lido.
Di dalam kawasan Lido terdapat area golf yang cukup bagus pemandangannya yang terletak dikawasan paling atas, kami pun berhenti sebentar disana untuk menikmati pemandangan yang ada. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke kawasan bawah dimana Danau Lido tersebut berada. Pemandangan dari Danau Lido sangatlah asri dan indah karena diapit oleh dua buah gunung, yaitu Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Air dari danau tersebut masih sangat biru dan bersih, cuacanya juga sangatlah sejuk dan nyaman. Pengunjung dapat mengunjungi pulau kecil buatan yang merupakan restauran untuk bersantap ditengah danau tersebut dengan menggunakan rakit yang disediakan. Dan bagi yang ingin menginap disana juga terdapat hotel yang terletak di pinggir danau tersebut.
Lido Lakes
Jalan Raya Danau Lido, Cijeruk
Kabupaten Bogor - Indonesia
025-1220953

Monday, April 4, 2011

Mochilla.. Mochi and Wine Ice Cream

Kali ini saya dan Wahyu sedang mengunjungi Gandaria City, kami tertarik untuk mencoba gerai Mochilla yang ada disana. Pasti kalian sudah tau apa itu kue mochi, yaitu kue yang berasal dari Jepang yang jika digigit terasa kenyal. Nah, kali ini terdapat makanan cemilan yang mengkombinasikan kue mochi dan ice cream yang ditaruh dididalamnya. Saya sangat penasaran dengan rasanya, maka kami pun mencoba tempat yang menjualnya, yaitu Mochilla. 
Selain Mochi Ice Cream, Mochilla juga memiliki menu utama lainnya, yaitu Wine Ice Cream. Ice cream ini didalam kandungannya terdapat wine sehingga rasanya lebih enak dari ice cream biasanya. Karena saya muslim, saya tidak diperkenankan untuk mencoba wine ice cream karena mengandung alkohol didalamnya (5%). Karena itu kami hanya mecoba mochi ice creamnya saja. Mochilla memiliki beragam varian rasa, mulai dari vanilla, belgian chocolate, lychee, green tea, mango, strawberry dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan ada 3 jenis, yaitu Rp 12.000,- /satuannya, Rp45.000,- /4pc dan Rp130.000,-/12pc. Saya pun membeli yang 4pc dan memilih rasa vanilla, belgian chocolate, cookies dan green tea untuk dibawa pulang.
Untuk rasanya sangatlah enak, terutama untuk rasa vanillanya. Awalnya begitu digigit terasa kenyal lalu tiba-tiba dingin dan manis. Tetapi untuk rasa belgian chocolatenya saya tidak begitu menyukainya karena menurut saya rasanya pahit, tetapi Wahyu sebagai penyuka cokelat menyukainya. Lucunya, bila pembeli mochi ice cream ini ingin dibawa pulang, pembeli diberikan satu buah plastik biang es agar ice creamnya tidak meleleh. Gerai Mochilla ini baru terdapat di Grand Indonesia dan Gandaria City. Dengan suasana tempat yang nyaman juga rasanya yang enak, Mochilla sangatlah cocok dijadikan sebagai destinasi tempat bersantai untuk menikmati ice cream.
Mochilla, Mochi and Wine Ice Cream
Gandaria City - LG #L-68
Jakarta Selatan
021-29053248

Fatahillah Square, The Old City Scene: Onthel, Kuda Lumping, Buildings and the Others

Para warga Jakarta setidaknya pasti mengetahui Kawasan Kota Tua Fatahilah. Ya, kawasan ini merupakan kawasan bersejarah yang tidak pernah lekang oleh waktu. Sampai saat ini pun masyarakat masih banyak yang mengunjungi kawasan ini untuk berwisata dan menikmati suasana yang ditawarkan disana seperti museum-museum, penyewaan sepeda onthel, atraksi-atraksi dari seniman keliling, bangunan-bangunan tua artistik yang bagus untuk menghunting foto bagi para fotografer, dan lain sebagainya. Fatahillah merupakan landmark dari Jakarta Tempoe Doeloe, dimana tempat ini dulunya merupakan kantor pusat Walikota Jakarta pada masa jaman penjajahan Belanda.
Saat itu bertepatan dengan hari libur nasional, saya dan Wahyu memiliki rencana untuk berwisata ke kawasan Kota Tua. Sesampainya disana, ternyata kawasan Kota Tua ramai dipadati masyarakat dalam berbagai kalangan. Padahal, museum-museum yang ada disana pun tutup pada hari itu tetapi ternyata tidak menyurutkan pengunjung datang ke kawasan tersebut. Kami pun langsung menyewa sepeda onthel, yaitu semacam sepeda yang banyak dipakai masyarakat jaman dahulu, yang tempat penyewaannya terdapat disekeliling area kawasan tersebut. Biaya sewanya adalah sebesar Rp20.000,- /jam. Jujur saja, ini pengalaman pertama saya menaiki sepeda onthel. Dan ternyata tidak semudah menaiki sepeda biasa, sepeda onthel ini agak lebih berat dan tidak begitu pakem. Usai menyewa sepeda onthel, kami berkeliling disekitar kawasan Kota Tua sambil berfoto. Bangunan-bangunan yang terdapat di kawasan ini memanglah bagus dan artistik dengan desain arsitektur kolonial yang sudah usang. Karena itulah banyak pasangan yang melakukan foto pre-wedding disini.
Sekitar sore harinya, terdapat atraksi kuda lumping disana.yang ramai ditonton pengunjung. Kami pun tak ketinggalan untuk menontonnya juga. Kuda lumping adalah sebuah atraksi dari daerah Jawa yang menyuguhkan beberapa pemuda yang menari dengan kuda buatan dan beberapa suguhan lainnya. Layaknya seperti orang kesurupan dan memiliki kesaktian, para pemuda tersebut mampu memakan beling (kaca), menyemburkan api dan disabet dengan pecut (dipecut). Kuda Lumping merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia yang sampai saat ini masih digemari.
Setelah pertunjukan kuda lumping selesai, terdapat pertunjukan lainnya yaitu pengunjung disuguhi atraksi sepeda dari salah satu komunitas sepeda disana. Dalam atraksi ini, beberapa pemuda berbaring di jalan lalu mereka akan dilompati oleh beberapa orang yang menaiki sepeda. Cukup seru dan was-was melihatnya. Akhirnya malam pun tiba dan lampu-lampu mulai dinyalakan. Rupanya lighting yang terdapat dikawasan Kota Tua pada malam hari membuat suasana makin bagus dan stunning. Kami berdua pun sangat menikmati waktu yang kami habiskan disana dari siang sampai malam. Jangan khawatirkan masalah makan dan minum, karena disekitar kawasan Kota Tua banyak sekali terdapat jajanan yang enak. Kawasan ini memanglah kawasan yang sangat menyenangkan untuk dikunjungi.. :)  
Kawasan Kota Tua Fatahillah
Jl. Taman Fatahillah No. 1 
Jakarta barat
021-6929101
 
Theme by BloggerThemes & Dfreebies
This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates